Minggu, 16 Juni 2013

5 judul TED

5 JUDUL PELAJARAN TED

1.     PENGERTIAN KONDUKTOR
Konduktor atau penghantar adalah zat atau bahan yang bersifat dapat menghantarkan energy, baik energy listrik maupun energy kalor, baik berupa zat padat, cair atau gas. Bahan-bahan yang bersifat konduktor ini biasanya digunakan untuk membuat alat-alat yang sifatnya membutuhkan kecepatan transfer energy, misalnya panci, setrika, kabel dan solder.
Konduktor yang baik adalah yang memiliki tahanan jenis yang kecil. Pada umumnya logam bersifat konduktif. Emas, perak, tembaga, alumunium, zink, besi berturut-turut memiliki tahanan jenis semakin besar. Jadi sebagai penghantar emas adalah sangat baik, tetapi karena sangat mahal harganya, maka secara ekonomis tembaga dan alumunium paling banyak digunakan.
Penghantar listrik
Penghantar dalam teknik elektronika adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, baik berupa zat padat, cair atau gas. Karena sifatnya yang konduktif maka disebut konduktor. Konduktor yang baik adalah yang memiliki tahanan jenis yang kecil. Pada umumnya logam bersifat konduktif. Emas, perak, tembaga, alumunium, zink, besi berturut-turut memiliki tahanan jenis semakin besar. Jadi sebagai penghantar emas adalah sangat baik, tetapi karena sangat mahal harganya, maka secara ekonomis tembaga dan alumunium paling banyak digunakan.
Konduktor panas
Konduksi panas atau konduksi termal adalah penjalaran kalor tanpa disertai perpindahan bagian-bagian zat perantaranya. Penjalaran ini biasanya terjadi pada benda padat. Konduksi terjadi dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Benda suhunya tinggi akan melepaskan kalor, sedangkan zat yang suhunya rendah akan menerima kalor, hingga tercapai kesetimbangan termal.


Penjalaran panas ini diperikan oleh rumus matematika berikut:
T = C + (T0C)ekt
T adalah suhu, T0 suhu awal, t waktu, C dan k adalah konstanta.

2.       PENGERTIAN RESISTOR
Pengertian Resistor dalam komponen elektronika dapat di kategorikan dalam 2 jenis, yaitu Resistor biasa (nilai resistansi tetap) dan Resistor berubah (nilai resistansi yang dapat diubah atau resistor variabel). Resistor adalah komponen yang mempunyai sifat penghambat listrik.
Resistor biasa (nilai resistansi tetap) adalah jenis-jenis resistor yang memiliki nilai resistansi yang tertulis pada badan resistor menggunakan kode warna dan kode angka. Resistor jenis ini sering digunakan sebagai penghambat arus listrik secara permanen dalam rangkaian elektronika. Fungsi resistor ini pada rangkaian elektronika adalah pada pembatas arus yang mengalir pada LED atau lampu.
Resistor Variabel adalah jenis-jenis resistor yang nilai resistansinya dapat dibuah secara langsung baik dengan tuas atau menggunakan obeng. Jenis-jenis resistor ini terbagi lagi menjadi 2, yaitu trimpot (trimer potensio) dan potensiometer.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWEtRzyfijCpLl4E14OuUl5BNwmgXyENpCr1qlABC9aJpfLIUWxdE3igmbEHZALMpqRNS-9VWzu3eFQ3HfCA_j1KfZkfOXzdS64LJw6hAujpywn49IoRlsda9f31BMaYq53Pb8e3DjyRk/s320/pengertian+resistor1.JPG                                                                   


·           Trimpot
Resistor jenis trimpot merupakan esistor yang nilai resistansinya dapat diubah dengan memutar porosnya menggunakan obeng. Nilai dari sebuah trimpot dapat di lihat pada badan trimpot merupakan nilai maksimum dari resistansi trimpot tersebut. Misal trimpot dengan nilai 10K Ohm maka trimpot tersebut dapat diubah nilai resistansinya dari 0 Ohm sampai 10K ohm.
·           Potensiometer
Resistor ini merupakan resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan cara memutaor porosnya melalui tuas yang telah tersedia. Nilai dari potensiometer dapat di lihat pada badan potensio menggunakan kode angka. Nilai resistansi potensiometer yang beredar dipasaran ada 2 macam, yaitu nilai resistansinya yang dapat diubah secara logaritmis dan nilai resistansi yang dapat diubah secara linier.
Simbol Resistor dapat di lambangkan dengan huruf R, yaitu salah satu komponen pasif yang sifatnya resistif, menghambat besarnya arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Selain sebagai penghambat arus listrik, Fungsi Resistor juga sebagai pembagi arus listrik, pembagi tegangan listrik, dan penurun tegangan listrik.
Macam-macam resistor memiliki perbedaan masing-masing, seperti resistor metal film, resistor kapur, dan juga variable resistor. Namun jenis-jenis resistor yang sering di pakai adalah resistor dengan gelang warna. Berikut ini kode warna resistor.

Kode Warna Resistor
:
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGhKexJEYDIevWKhEXxm5QSTJHjZ6W5yN5x5G3sqySm09Y6QS7QvYwlblJhlB0RD0kOLKwadQIY2mWS04BhLnRLPGj3o9oi6cMnW2AjfAAxIljPY5S-5t_H-B8Bz8RAXHNhWWagdbSUYI/s400/pengertian+resistor2.JPG



3.       PENGERTIAN DAN FUNGSI KAPASITOR
Pengertian kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan arus listrik di dalam medan listrik sampai batas waktu tertentu dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan arus listrik. Kapasitor ditemukan pertama kali oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9×1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut. Kapasitor disebut juga kondensator. Kata “kondensator” pertama kali disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Italia “condensatore”), yaitu kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik.
Seperti halnya resistor, kapasitor juga tergolong ke dalam komponen pasif elektronika. Adapun cara kerja kapasitor dalam sebuah rangkaian elektronika adalah dengan cara mengalirkan arus listrik menuju kapasitor. Apabila kapasitor sudah penuh terisi arus listrik, maka kapasitor akan mengeluarkan muatannya dan kembali mengisi lagi. Begitu seterusnya.
Kapasitor biasanya terbuat dari dua buah lempengan logamyang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umumnya dikenal misalnya adalah ruang hampa udara, keramik, gelas, dan lain-lain. Jika kedua ujung pelat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif, dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya.
 Menurut bahan pembuatannya jenis2 kapasitor adalah :
-Kapasitor Elektrolit → isulatornya dibuat dari bahan elektrolit
-Kapasitor Mika → bahan isulatornya dibuat dari mika
-Kapasitor Udara → bahan isulatornya dibuat dari udara.
- Kapasitor Kertas,tantalum,milar,dsb.

4. DIODA
Description: Foto dari dioda, menunjukkan kristal semikonduktor berbentuk kubusDiode adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur). Diode dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam bidang elektronika. Diode sebenarnya tidak menunjukkan karakteristik kesearahan yang sempurna, melainkan mempunyai karakteristik hubungan arus dan tegangan kompleks yang tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi atau material yang digunakan serta parameter penggunaan. Beberapa jenis diode juga mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan.
Awal mula dari diode adalah peranti kristal Cat's Whisker dan tabung hampa (juga disebut katup termionik). Saat ini diode yang paling umum dibuat dari bahan semikonduktor seperti silikon atau germanium.
Beroperasi seperti penjelasan di atas. Biasanya dibuat dari silikon terkotori atau yang lebih langka dari germanium. Sebelum pengembangan diode penyearah silikon modern, digunakan kuprous oksida (kuprox)dan selenium, pertemuan ini memberikan efisiensi yang rendah dan penurunan tegangan maju yang lebih tinggi (biasanya 1.4–1.7 V tiap pertemuan, dengan banyak lapisan pertemuan ditumpuk untuk mempertinggi ketahanan terhadap tegangan terbalik), dan memerlukan benaman bahan yang besar (kadang-kadang perpanjangan dari substrat logam dari dioda), jauh lebih besar dari diode silikon untuk rating arus yang sama.

Dioda bandangan

Dioda yang menghantar pada arah terbalik ketika tegangan panjar mundur melebihi tegangan dadal dari pertemuan P-N. Secara listrik mirip dan sulit dibedakan dengan diode Zener, dan kadang-kadang salah disebut sebagai diode Zener, padahal diode ini menghantar dengan mekanisme yang berbeda yaitu efek bandangan. Efek ini terjadi ketika medan listrik terbalik yang membentangi pertemuan p-n menyebabkan gelombang ionisasi pada pertemuan, menyebabkan arus besar mengalir melewatinya, mengingatkan pada terjadinya bandangan yang menjebol bendungan. Dioda bandangan didesain untuk dadal pada tegangan terbalik tertentu tanpa menjadi rusak. Perbedaan antara diode bandangan (yang mempunyai tegangan dadal terbalik diatas 6.2 V) dan diode Zener adalah panjang kanal yang melebihi rerata jalur bebas dari elektron, jadi ada tumbukan antara mereka. Perbedaan yang mudah dilihat adalah keduanya mempunyai koefisien suhu yang berbeda, diode bandangan berkoefisien positif, sedangkan Zener berkoefisien negatif.
5.PENGERTIAN LOGIKA DAN SYMBOL-SIMBOL
Gerbang logika atau gerbang logik adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika Boolean yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik. Gerbang logika terutama diimplementasikan secara elektronis menggunakan diode atau transistor, akan tetapi dapat pula dibangun menggunakan susunan komponen-komponen yang memanfaatkan sifat-sifat elektromagnetik (relay), cairan, optik dan bahkan mekanik.

Jenis-jenis gerbang logika


Nama
Fungsi
Lambang dalam rangkaian
Tabel kebenaran
IEC 60617-12
US-Norm
DIN 40700 (sebelum 1976)
Description: Y = A \wedge B

Description: Y = A\cdot B

Description: Y = A\,B
Description: IEC AND label.svg
Description: Logic-gate-and-us.svg
Description: Logic-gate-and-de.png
A
B
Y
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
Description: Y = A \vee B

Description: Y = A + B\!
Description: IEC OR label.svg
Description: Logic-gate-or-us.png
Description: Logic-gate-or-de.png
A
B
Y
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
Gerbang-NOT
(NOT, Gerbang-komplemen, Pembalik(Inverter))
Description: Y = \overline{A}

Description: Y = \neg A
Description: IEC NOT label.svg
Description: Logic-gate-inv-us.png
Description: Logic-gate-inv-de.png
\
A
Y
0
1
1
0
Gerbang-NAND
(Not-AND)
Description: Y = \overline{A \wedge B}

Description: Y = A \overline{\wedge} B

Description: Y = \overline{A\,B}
Description: IEC NAND label.svg
Description: Logic-gate-nand-us.png
Description: Logic-gate-nand-de.png
A
B
Y
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
1
0
Gerbang-NOR
(Not-OR)
Description: Y = \overline{A \vee B}

Description: Y = A \overline{\vee} B

Description: Y = \overline{A + B}
Description: IEC NOR label.svg
Description: Logic-gate-nor-us.png
Description: Logic-gate-nor-de.png
A
B
Y
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
1
0
Gerbang-XOR
(Antivalen, Exclusive-OR)
Description: Y = A \,\underline{\lor}\, B

Description: Y = A \oplus B
Description: IEC XOR label.svg
Description: Logic-gate-xor-us.png
Description: Logic-gate-xor-de.png
atau
Description: Logic-gate-xor-de-2.png
A
B
Y
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0
Gerbang-XNOR
(Ekuivalen, Not-Exclusive-OR)
Description: Y = \overline{A \,\underline{\lor}\, B}

Description: Y = A \,\overline{\underline{\lor}}\, B

Description: Y = \overline{A \oplus B}
Description: IEC XNOR label.svg
Description: Logic-gate-xnor-us.png
Description: Logic-gate-xnor-de.png
atau
Description: Logic-gate-xnor-de-2.png
A
B
Y
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
1
1











 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar